Sunday, 14 November 2010

Sun on Sunday (11-07-2010)

On Sunday, I went to Museum with my friends. Firstly in the morning, I have to go to the traditional medical center which not far from my house to try a treatment to heal my minus eyes. But, it couldn't for that day because it had already 11 am and I had an appointment with my friend. So, it canceled :(
In short, We went to Kota by Transjakarta as usual with Odah, Pe.a, Ochi, Tika. And after arrived there we met Nisa, Aldy, Andre, Enrico, Yasin, Jaila. So, we decided to go along together. We visited Wayang Museum and there were so crowded! Gosh! So far I could see, I saw 4L4Y (people that dressed over and have a freak style).
After that, We went to LaPiazza to visit 'Ghost's House'. Unfortunately, Ochi, Tika, and Odah couldn't join us because they said they were tired. In Ghost's House, I couldn't stop screaming and I just closed my eyes all the trip long. I didn't know. I just didn't want to see the ghost's face even it's just fake. They were too horrible. After we escaped, we were sweaty and thirsty. We told the experiences inside each other. We separated into two inside there. Because we just wanted o exit as soon as possible. We walked fast even we ran. The ghost touched us, we screamed!
I Think, that trip was one of my unforgettable experience with my friends. I want to make it into the list. That's why I write it down in order to not to forget it. Actually, we went to Kota to do the History assignment about visiting historic places but at the last we were also having fun together till night because the next day school would off! YEAY!!!
This was the first time for me hanging out with Enrico, Yasin, Pe.a, Ochi, Tika, and Jaila. Exciting, Amazing, Incredible, Tiring, Unforgettable Day. We shared, we chatted, we laughed, we kept a secret, we cried, we angry, these would make my time, my day full of colour and fulfill it with LOVE and FRIENDSHIP from true friends.
THANK YOU ALL GUYS! YOU MADE MY DAY :)

Pray for Indonesia

Remembering October...Oh, October, there were a lot of natural disaster happen. Flash flood in Wasior, Tsunami in Mentawai, and also Volcano eruption in Yogya. Many people lose their love ones, their homes. They now live in refugees camp and there are nothing to do there. So please everyone..... #PrayforIndonesia :'(





Sunday, 15 August 2010

Butuh Keajaiban

Okkeh, Please, gw pengen banget ini mata gw yang burem kalo ngeliat jauh (baca: rabun jauh) sembuh. No matter what. Banyak sih opsinya, bisa pake cara alternatip, lasik atau mungkin tenaga dukun (?) Soalnya gw rasa-rasa pegel juga ini mata tiap hari di cantolin kacamata.. Tiap minusnya nambah langsung siap-siap ganti.hadooooh
Kayaknya sih emang gw ada faktor keturunannya deh. Dari mama gw, dan para tante gw juga pake semua. Semoga suatu hari nanti bisa lepas kacamata. AMIN YA ALLAH.....

Saturday, 7 August 2010

Emma's New Haircut

OHMYGOD! Emma's new haircut really surpises me. Just take a look at this.
Whaddaya think?

Monday, 2 August 2010

XI SCIENCE 4

GoodDay!!! Hey kembali lagi dengan saya di sini.. Akhirnya baru nge-post lagi. Bingung mau nulis apa?. Ohiya! Seminggu ini rasa males gw adalah yang paling to the max. Ini udah ga bisa pake cara semprot basmi biasa tapi mesti di PERANGIN! Ada yang bisa kasih solusi? Masa iya baru buka buku aja langsung ngantuk ga ketulungan????hadeh -___-
NIh ya, baru nyalain lampu belajar aja yang notabene jauh lebih redup dari lampu kamar, hawa-hawanya udah bikin ngantuk.ASTAGAH. Belom lagi kebiasaan gw yang kalo udah jam 9 malem nyalain AC (tuh kan ngantuk gw). Jadilah baru ngerjain beberapa soal (sekitar 1-5 soal, kalo beruntung bisa lebih) menjatuhkan diri ke KASUR.. Nyesssssss... Zzzzzzzzzzzzz
HELP!!!!
Kalo mau sukses itu mesti usaha belajar berdoa tidak lupa membantu orang tua (?). Prestasi yang cemerlang gegap gempita itu ga gampang.
Pesan moral dari gw: Jangan males! Usahain JANGAN. Tapi kalo udah terlanjur males yodah tidur aja (gw sekali itu) ckck

Friday, 2 July 2010

25 June 2010


IT WAS GONNA BE A GREAT DAY!!!!!!
Aldy, Nisa, Isti, Vira, and I were planning to go to ISTORA SENAYAN to watch some badminton matches. Before, we had to go to school first because there were semi-final and final matches of volley in classmeeting between our class and others. There wasn’t only volley match but others too, including Galaxin which was I joined with (but we lost).
Because Nisa had to have volley match and the time had already showed 11 o’clock SO, Aldy, Isti, and I decided to go first (we worried about the tickets would be sold out) then Nisa could come afterward with Vira accompanied her. We took there by metro (2 times = 3000) and Busway (3500) >>very detail.
In short, we arrived there in the mid day directly bought the tickets (also for Nisa and Vira) then had a lunch, didn’t forget pray too. We sat at TRIBUN, ohh there was so crowded. Unfortunately we couldn’t get any “KEPROK-KEPROK” :(. We really enjoyed the matches but as for me I felt a bit asleep. And you know?? Vira and Nisa had arrived at 5 pm and the matches would be ended at 6.30 pm. Poor you, guys.
YEAH!! The time that I really waited has coming. TAKE PHOTO WITH THE ATHLETES! Lucky me! There I met KASHYAP PARUPALLI. Unfortunately, I didn’t realize. Whereas, Aldy had already told me that yeah, He was really KASHYAP. Poor me I didn’t believe him. AND…. Until someone said “My friend is maybe following KASHYAP”. Then I barely realized that He was obviously KASHYAP PARUPALLI!!! OH NO! Immediately, I looked for Nisa to photo with him. UNFORTUNATELY (again), when I was asking him he said that he had to go. NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! All that I could say just “KASHYAP, please” and then He said “Tomorrow (with smile on his face)”. Okay… At least, I could see his smile :). But, don’t you know Kashy, tomorrow I won’t be there because I had no money.
After that I used to say that I really regret. But, for Isti. She was still waiting for SIMON. HAHAHAHA. Hey, don’t you know that not so long after we decided to eat before go home, we saw SIMON on his way to his car. Poor for Isti, too. We couldn’t get any picture of him. Then, we met SONY on his car. Fortunately, we took some pictures of him.
HEAHH.. We had got so tired. We had to go home after a long day. Bye ISTORA! Bye KASHYAP! Bye SIMON!
SEE YA NEXT YEAR!!!
nb: I arrived at home at 9.30 pm (huft)



Monday, 28 June 2010

I LOVE Them All

First : EMMA CHARLOTTE DUERRE WATSON (20)


Second : Joseph Adam Jonas (20)


Third : Francesc Fabregas Soler (23)


AND The Last but not Least :Kashyap Parupalli (24)


*POSTING yang tidak penting.ckck

New Haircut!!!

Tonight, my hair is finally cut! OhMY, spertinya mamake salah pilih salon deh.. Ini dipotongnya kependekan.. masa poninya sampe jadi nanggung-nanggung gak jelas. Yowis lha gw jepit aja biar lebih jelas. Cekidot!

Before

After

*ini beserta sisters tercinta <3

Tuesday, 23 March 2010

Hidup Ini Begitu (Indah?)

GAK selamanya! weits, ribet dah sekarang rasanya. Sebenernya tergantung sih sama yang ngejalaninnya. Kalo yang Just Enjoy Your Life bagusss. Tapi jujur aja gw ngerasa ada yang beda di High School life ini. Ada seru ada engganya.
Rasanya kalo jalan sama ini gw jadi begini, kalo jalan sama yang itu jadi begitu. Beda sama yang dulu yang jelas gak pernah mikirin soal yang begituan. Mau sama siapa aja ya tetep kayak gitu.

Yodah ahh... Live must go on........


Sunday, 17 January 2010

Cerpen

Hari yang Tak Terduga
Pagi ini mataku sama sekali tak ingin membuka seakan menempel tak mau lepas. Semalaman aku tak bisa tidur karena sibuk memikirkan hari ini. Aku akan pergi bersama seseorang yang telah lama kutunggu.
Ya, dia sosok spesial dimataku. Pertama kulihat dia berdiri di lapangan sekolah menyuruh junior-junior untuk segera berbaris rapi. Huh! Dia kira kami siapa? Anak domba, harus digiring-giring segala? Sejak saat itu tak bisa aku berhenti mencoba curi-curi pandang melihatnya. Tak kusangka hari yang kuimpikan tiba. Aku juga tak tahu bagaimana awalnya aku bisa dekat dengannya seperti sekarang. Terserah bagaimana dulu yang penting adalah hari ini.
………………………………………………..GUBRAK…………………………………………………..
“Auww, sakit!”, ternyata sedari tadi aku masih berada di atas kasurku. Kasurku memang empuk tapi kalau jatuh ke lantai lumayan sakitnya.
“Wahhh!!! Jam berapa sekarang ??”, kulihat jam di dinding yang letaknya menempel di dinding belakang meja belajarku. Ternyata sudah pukul 9 pagi. Padahal kami janji bertemu di pertigaan sekolah pukul 10. Bagaimana ini?? Mandi tidak ya?
Kusambar handuk dari jemuran dan bergegas ke kamar mandi. Tak lebih 5 menit aku sudah kembali ke kamar dan berusaha mencari pakaian yang cocok untuk acara (acara apa ya ini?) kencan mungkin? 
“Ma, aku pergi dulu ya mungkin pulangnya sore”, sahutku sambil mengambil setangkup roti di meja makan.
“Mau kemana? Sama siapa?” pasti mama tanya itu.
“Ke mall aja kok sama temen. Daa ma..” kuhampiri ibuku di dapur dan kucium tangannya (hem, sepertinya bau bawang).



Aku memutuskan untuk naik ojek saja dibanding naik angkot karena lebih cepat sampai (sebegitu tak sabarnyakah aku?) walaupun ongkosnya pun pasti lebih mahal. Biar sajalah demi kesuksesan hari ini.
Perutku terasa sakit, tanganku dingin, jantungku serasa mau copot. Bagaimana penampilanku? Pasti sekarang rambutnya sudah tak keruan. Apakah aku membawa sisir kuning kesayanganku?
“Sudah sampai, neng”, suara si abang ojek mengagetkanku.
“Hah? Oya, bang. Ini uangnya, makasih”, aku segera turun dan sibuk berusaha merapikan rambutku.
Di mana dia? Kucoba telpon saja. Ah jangan, biar dia saja yang menelepon duluan.
Aha itu dia! Tapi kulihat dia sedang berbicara dengan seseorang. Dia tidak bilang akan mengajak orang lain kepadaku 3 hari yang lalu. Siapa ya perempuan berkerudung cokelat itu? Tapi kok kenapa mereka malah pergi. Mereka mau kemana? Bagaimana denganku??
“Kak Irul!”, tidak sempat aku memanggilnya mereka sudah terlanjur melaju cepat dan jauh meninggalkanku apalagi dengan suasana pertigaan jalan yang begitu ramainya. Suaraku pasti hilang begitu saja tidak terjamah sama sekali oleh pendengarannya.
Sebenarnya siapa perempuan itu dan mengapa mereka meninggalkanku begitu saja tanpa penjelasan? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana nasib acara kencanku, kupikir bukan kencan kalau akhirnya ditinggal sendiri seperti ini. Rasaku pupus sudah, hancur lebur tidak dapat tersambung kembali walau dengan lem terkuat sekalipun.


Aku berjalan menyusuri trotoar jalan menuju sekolah. Kulihat pagar sekolah terbuka lebar padahal ini hari libur. Saat aku masuk, aku berpapasan dengan pak Ali, satpam sekolah.
“Siang, pak. Ada acara apa di sekolah, kok pagarnya terbuka lebar? Rapat komite?” tanyaku sok tahu.
“Bukan, de. Bapak juga kurang tahu, yang pasti ada murid yang mau pinjam satu ruang kelas untuk acara amal begitu”, jelasnya.
“Hemm.. Bapak tidak curuga dengan kegiatannya itu?”
“Tidak. Karena dia membawa surat ijin dari kepala sekolah. Sepertinya tadi bapak lihat banyak anak-anak turun dari dalam mobilnya dengan pakaian lusuh. Seperti anak jalanan, memangnya kenapa?”
“Tidak apa-apa. Terima kasih, pak. Aku mau lihat sendiri saja”, lanjutku sambil berlalu.
Aku berjalan di koridor dan mendapati kelas pertama di koridor itu terdengar suara seperti guru sedang mengajar. Saat kulihat dari jendela, meja-meja yang biasanya tertata rapi membentuk 4 baris yang berjajar 5 pasang kursi ke belakang itu sudah disingkirkan ke bagian pinggir dekat dinding sehingga menbentuk daerah lapang di tengah kelas. Di dalam juga kulihat lebih kurang 50 anak sedang mendengarkan dengan tenang apa yang dibicarakan oleh ‘sang guru’. Sepertinya aku mengenal guru ini. Dia mengenakan kaos biru bergambar wajah monyet dengan jeans gelap dan sepatu krem. Rambutnya lurus ditata biasa tapi terlihat menarik. Pasti kakak kelas.
Kuketuk pintu yang terbuka setengah itu.
“Assalamu’alaikum”, salamku
“Wa’alaikumsalam”, sahut anak-anak dan sang guru menjawab salamku bersama-sama.
“Oke, anak-anak. Kerjakan dulu saja ya tugas yang di papan tulis nanti kita bahas bersama”, kata sang guru.
“Iya, kak”, jawab mereka.
Kakak guru itu mengajakku ke luar kelas.
“Ada perlu apa, ya?”
“Eh, tidak. Aku hanya kebetulan ke sekolah lalu aku tanya pak satpam katanya ada acara amal yang dibuat sama murid. Karena ingin tahu, aku masuk saja”, jawabku.
“Oh, begitu. Memang setiap minggu, dimulai dari minggu ini, aku berencana meminjam satu ruang kelas untuk kupakai mengajar anak-anak jalanan di sekitar sekolah. Kasihan sekali mereka selalu bekerja padahal mereka masih kecil. Oh,ya perkenalkan aku Jono kelas XII IPS I”, jelasnya panjang lebar sambil memperkenalkan diri.
“Aku Martini, panggil saja Tini, kelas X.I. Oh, kak Jon yang suka ngutang bakso di kantin ya?”
“Lho, kok kamu tahu. Jadi malu, hihi”, ternyata benar tebakanku.
“Cuma sendiri saja, kak? Tidak capek mengajar murid sebanyak ini?” tanyaku mencari tahu.
“Sebenarnya kakak juga mengajak teman-teman yang lain, tapi ya tergantung mereka bisa atau tidak, apalagi hari libur seperti ini pasti banyak dari mereka yang punya acara masing-masing. Kamu juga pasti ada janji dengan seseorang dan bertemu di sekolah ya?” kok kak Jon bisa tahu sih, jangan-jangan dia bisa mrmbaca pikiran.
“Capek juga sih. Tapi kan ada enaknya juga, kita bisa saling tukar ilmu dan pengalaman, seru kan?” tambahnya
Mendengar cerita kak Jon aku jadi ingin ikut serta. Daripada aku harus pulang ke rumah padahal aku bilang sama mama akan pulang sore. Ini semua karena kak Irul yang meninggalkan aku begitu saja di pertigaan jalan dengan orang lain. Suatu hal yang tidak kuduga.
“Helloww.. Kok bengong sih?” kak Jon mengembalikanku dari lamunan.
“Eh-oh. Kak, aku ingin berkenalan dengan anak-anak di dalam dan ingin bantu kakak, boleh tidak?” tanyaku.
“Boleh dong, kenapa tidak?”
Wah, rasanya menyenangkan sekali bisa berkenalan dengan anak-anak itu. Walaupun dengan pakaian yang lusuh, mereka semangat sekali belajar. Ada dari mereka yang sudah berusia 10 tahun tapi belum bisa baca tulis dan menghitung. Jadi teringat aku yang jauh lebih beruntung dari mereka, bisa bersekolah dengan seragam yang bagus dan bersih, buku-buku lengkap, baru nan mahal. Tapi sering merasa malas dan bosan. Ini menjadi sebuah pelajaran berharga yang kudapat hari ini di sekolahku sendiri bersama kakak yang baik dan menarik .
Bahagianya aku hari ini. Aku sudah berhasil melupakan tujuanku hari ini yang sebenarnya. Biar sajalah, terserah dengan kak Irul. Pelajaran selesai pukul 4 sore. Kami berdoa lalu kembali membereskan kursi dan meja dan kemudian mereka pulang. Aku pun berpamitan dengan kak Jono dan dia menawarkan untuk mengantarku pulang. Tapi aku menolaknya karena nanti mama pasti tanya yang macam-macam.
“Makasih kak, biar aku pulang sendiri naik ojek saja masih sore kok. Hari ini seru”, kataku saat kak Jono menawarkan mengantarku pulang.
“Sama-sama. Makasih juga mau bantu kakak. Kalau kamu bisa minggu depan boleh kok ikut lagi”, tawarannya begitu menggiurkan untuk ditolak.
“Benar, nih? Insya Allah kalau minggu depan aku tidak ada acara akan kuusahakan”.
Setelah mengucapkan sampai jumpa aku segera mencari pangkalan ojek terdekat dan pulang.



Keesokan harinya di sekolah.
Kak Irul mengkampiriku dan meminta maaf perihal kemarin. Katanya, “Maaf, Tin. Kemarin itu sepupu kakak yang minta diantarkan ke rumah tante karena mamanya sedang tidak ada di rumah. Maaf, ya. Benar-benar maaf”. Kelihatannya permintaan maaf itu sungguh-sungguh. Bisa dipastikan aku memaafkannya tapi entah mengapa ternyata benar rasa itu betul-betul telah hilang dan tidak dapat disambung lagi. Jadi aku tidak begitu memperdulikan apakah hari ini dia akan meminta maaf atau tidak karena aku sungguh telah lupa. Aku juga bingung pada diriku sendiri.
Hapeku bordering, terlihat nama Kak Jono di layar. Ya, kami memang sudah bertukar nomor telepon untuk memudahkan komunikasi kami sebagai guru dadakan.
“Hallo”.
“Tini, pulang sekolah nanti temani kakak bertemu murid-murid ya, bisa tidak?”
“Boleh, kak”.
“Oke”.
Hatiku senang sekali kak Jono mengajakku pergi bertemu murid-murid lagi . Kuharap kejadian kemarin dengan kak Irul tidak terulang lagi. Eh, kenapa perutku sakit dan jadi tegang begini, ya? Jangan-jangan…..